Bandung adalah kota perdagangan karenanya Pedagang merupakan tulang punggung perekonomian kota. Berdasarkan data BPS kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor terhadap Produk Domestik Regional bruto hampir mencapai 29 %.

Hal itu diungkapkan oleh Calon Walikota Bandung Oded M. Danial di Kantor DPD PKS Kota Bandung, Jumat (20/4).

Kita sudah mahfum khusus untuk pedagang retail dalam skala UMKM, mereka rata-rata stabil dan tidak banyak terpengaruh perubahan ekonomi global. Cuma permasalahannya tidak mudah untuk meningkatkan skala usaha mereka,” katanya.

Menurut Mang Oded,  mengingat pentingya pengembangan sektor tersebut kedepan perhatian pemerintah terhadap para pedagang kecil perlu ditingkatkan. “Terutama dalam melakukan pendampingan, penyuluhan dan pemberian kemudahan akses modal,”ujarnya.

Diakui Mang Oded hingga kini aparat Dinas Perdagangan belum optimal dalam melakukan pendampingan dan penyuluhan, pasalnya jumlah aparat Dinas Perdagangan masih sangat terbatas.

Jumlah pedagang sangat banyak sementara petugas Dinas Perdagangan jumlahnya sedikit,” katanya.

Wakil Walikota yang sedang cuti kampanye tersebut akan memperbanyak aparat Pemkot yang bertugas memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada para pedagang. “Kalau di Dinas Pertanian ada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, nah kenapa tidak kita siapkan petugas penyuluh lapangan untuk melakukan pendampingan dan penyuluhan kepada para pedagang,” cetusnya.

Untuk memberi kemudahan akses modal, Mang Oded akan mengoptimalkan fungsi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Bandung. Pihaknya akan memperbanyak gerai pelayanan dan petugas lapangannya yang bisa membantu para pedagang kecil mengakses pinjaman dari Bank milik Pemkot tersebut.

Jangan kalah sama rentenir. Setiap hari mereka mendatangi para pedagang kecil di pasar-pasar dan pemukiman warga untuk mengetahui kebutuhan permodalan warga dan membantu menyelesaikan administrasi dengan BPR,” demikian Mang Oded.

Facebook Comments